Synda langsung saja melebarkan kedua bola mata. "Apa yang dia dengar? Desahan?"
"Iya, suara desahan. Aku pikir dia salah, tapi kenapa kau membuatku menjadi curiga, ya? Apa yang sudah kalian lakukan semalam."
Synda lekas menggeleng-gelengkan kepala. Bukan menampik. Hanya bentuk reaksnya atas umpatan bagi diri sendiri yang muncul di dalam kepala. Synda juga mengembuskan napas panjang, menampakkan kefrustrasian.
"Ada apa denganmu? Hei, kenapan kau jadi bersikap seperti ini? Kau memeluk tiba-tiba dan meyakinkanku bahwa kalian sud--"
"Kau benar. Kau benar." Synda memotong cepat ucapan Aldora sembari mengeratkan dekapan pada tubuh langsing wanita itu.
"Peristiwa buruk sudah aku alami dengan mantan kekasihku itu. Hahhh. Menyebalkan. Tapi, aku bisa menikmati semua. Aku tidak tahu malu. Merendahkan diriku saja. Haah."
Synda menggeleng-gelengkan kepala dalam gerakan yang lebih cepat. Tentu, ia berniat menghilangkan sensasi menggoda dari bibir Alexander, namun belum mampu untuk sekian kali dilakukan. Masih diingat jelas bagaimana cara pria itu mencumbu dirinya dengan panas dan b*******h semalam.
"Astaga! Kenapa dia harus memberikan aku ciuman yang seperti itu. Hahhh." Synda pun berseru cukup kencang seraya menutupkan wajah menggunakan kedua tangannya.
"Kalian benar hanya berciuman saja. Tidak adakah hal lain sudah terjadi kemarin?"
Synda merasa terganggu sekaligus juga tak senang akan lontaran pertanyaan kekasih sang kakak. Ia pun melemparkan tatapannya yang kesal ke arah Aldora Adams. Delikannya turut ditambahkan, saat wanita itu tertawa.
"Kau saja yang mengharapkan aku dan dia melakukan hal lebih. Bercinta bukan?" balas Synda dengan nada semakin ketus.
"Aku tidak bermaksud menuduhmu. Maaf, kalau kau merasa tersinggung. Aku harap kau tidak marah."
Synda menggeleng cepat. "Sebenarnya kau tidak salah."
"Aku saja yang sensitif dan serius. Aku hanya tidak suka membicarakan apa pun yang ada kaitan dengan Alex." Synda memperjelas. Mengungkapkan secara jujur isi hatinya.
"Jadi, kau berkata sebenarnya? Kau tidak bermaksud untuk berbohong?"
"Sudah aku bilang kami tidak melaku--"
"Kenapa tidak mau mengakui saja jika kita sudah bercinta, Miss Sydney. Apakah kau malu tidur dengan mantan kekasihmu?"