Malaikat Tak Bersayapku

984 Words
“Jadi kamu mau mengatakan alasannya padaku?” “Jangan melakukan hal bodoh hanya karena sebuah jawaban untuk sebuah pertanyaan yang kamu layangkan kak,” Jo berkata dengan lirih. “ Jawabanmu mungkin saja dapat membuatku bertahan hidup Jo.” Jay melepaskan pelukan Jo dan membalikkan tubuhnya ke arah Jo, ia menatap ke dalam manik mata wanita itu,”Aku merasa mati Jo, selama ini hatiku mati, kamu adalah hidupku, apa salahnya aku meminta sedikit kekuatan dari kehidupanku,” Jay mengusap pipi Jo dengan lembut. “Kak... “ Jo menggenggam tangan Jay yang berada di pipinya, “Seberapa kuat keinginan kita untuk bersama kita nggak akan pernah bisa bersama,” ujar Jo dengan lirih. “Aku nggak ngerti sama kamu Jo? kenapa dua orang yang saling mencintai nggak bisa bersama?” “Apa yang membuatmu jatuh cinta padaku kak? kenapa Margareth yang ada di sampingmu nggak bisa menggantikan posisiku di hatimu?” Jay tersenyum miris, “Cintaku padamu bukan sebuah sebuah perasaan yang dapat menghilang begitu saja.Perasaan ini tidak tergantikan Jo,” Jay menatap Jo dengan sendu, “Aku mencintai semua hal tentangmu. Aku mencintaimu bukan karena kesempurnaan fisikmu, aku mencintai dirimu apa adanya, aku nggak punya alasan untuk mencintaimu, karena semua hal yang ada pada dirimu telah membuatku jatuh cinta, cinta tanpa alasan dan tidak kuketahui kapan semua ini mulai tumbuh di dalam hatiku, tetapi satu hal yang aku mengerti, cinta ini abadi dan tidak tergantikan, i'm simply in love with you Jo.” Jo tersenyum lirih. Cinta itu tidak seharusnya rumit bukan? seharusnya dua orang yang saling mencintai bisa bersama tanpa ada alasan yang dapat memisahkan mereka. “Aku ingin bercerita padamu tentang malaikat tak bersayapku, kak.” Jo duduk beralaskan rerumputan dan menepuk bagian kosong di sebelahnya, meminta Jay untuk duduk di sampingnya. “ Malaikat tak bersayap?” Jay mengerutkan keningnya. Jo tersenyum manis dan menganggukan kepalanya.”Aku mengenalnya sewaktu aku duduk di bangku SMA, semenjak kamu meninggalkanku, aku berubah menjadi pribadi tertutup dan selalu terlihat murung.” Jo menarik nafas panjang dan menghelanya, “Di saat aku terpuruk, dia datang dan membawa sejuta kebahagian untukku, dia rela menjadi bayanganku yang selalu mengikutiku tanpa bisa memilikiku, dia telah melakukan banyak hal untukku, dia membuatku kembali menemukan senyumanku, dia bagaikan secercah cahaya di dalam kegelapanku, dia bagaikan mentari yang menghangatkan hatiku yang beku, dia tak setampanmu, dia tidak sekayamu, dia tidak sekuat dirimu, tetapi bagiku, dia malaikat tak bersayapku.” Jo melanjutkan perkataannya dan mengadahkan wajahnya ke arah langit. Jay mengeraskan rahangnya.Ia tahu siapa yang tengah Jo ceritakan saat ini, hatinya terbakar api cemburu saat ini, lelaki itu telah menggantikan posisinya semenjak masa SMA wanita yang dicintainya itu. Di sisi lain Jay bersedih dan menyesal karena telah membuat wanita yang dicintainya terluka dan bersedih, ia hanya manusia biasa yang akan merasakan sakit saat dirinya disakiti dan saat itu manusia biasa itu lebih memilih untuk meninggalkan penyebab lukanya, tetapi Jay tidak pernah menyangka penyebab lukanya turut merasakan luka yang sama seperti yang ia rasakan. 'Seandainya aku dapat memutar balikkan waktu,aku tahu aku nggak akan pernah bisa membalikkan waktu, tetapi aku berharap kita masih bisa kembali ke masa di mana hanya ada aku dan dirimu,' gumam Jay di dalam hatinya. “Setahun yang lalu, malaikatku melemah kak...sayap transparannya mulai kehilangan keajaibannya, dia melakukan banyak hal untukku sehingga sayapnya itu tidak menyisakan keajaiban untuk dirinya sendiri,” Jo berkata dengan lirih, “Malaikatku divonis kanker otak stadium dua, di saat menerima kenyataan itu dia tetap tersenyum dan tampak kuat dihadapanku. Setahun yang lalu, dia memintaku untuk menjadi kekasihnya, waktunya mungkin nggak lama lagi, tetapi dia berjanji akan selalu membuatku bahagia, aku tahu dia terdengar begitu licik bukan? membuat penyakitnya untuk mendapatkanku,” Jo mengarahkan pandangannya ke arah Jay, raut wajah lelaki itu tidak dapat terbaca saat ini. “Dia telah melakukan banyak hal untukku, aku telah berjanji untuk bersama dengannya hingga ajal menjemputnya. Sekarang saatnya aku yang harus memberikannya sayap agar dia tidak kehilangan keajaibannya, karena semua itu kita tidak akan mungkin untuk bersama. aku menyanyanginya, aku nggak mau lihat malaikatku bersedih. Malaikat seharusnya memiliki wajah yang bahagia bukannya sedih bukan?” Jo tersenyum lirih. “Pernikahan nggak bisa dilandasi dengan rasa iba,Jo.” Jay berkata dengan gusar. “Itu permintaan terakhirnya kak,aku bahagia jika bisa membuat malaikatku bahagia. “ Jo tersenyum lirih untuk yang kesekian kalinya. “Dia bukan licik, dia kejam.Jika dia tahu waktunya tidak banyak lagi, seharusnya dia membiarkanmu bahagia, apa dia nggak tahu kalau kepergiannya nanti akan menambah luka di hatimu?” Jo menatap Jay dengan sendu dan kembali tersenyum, kali ini ia tersenyum manis kepada Jay.”Manusia itu adalah makhluk yang egois kak.Apa salahnya menambah sedikit luka demi melihat senyum bahagia di wajah malaikatku, selama ini aku sudah banyak menoreh luka di hatinya, luka yang akan kuterima tidak sebanding dengan luka yang telah kuberikan padanya,” Jay menatap Jo dengan sedih.Apa memang kisah mereka harus berakhir sampai disini? apa memang tidak ada jalan yang akan membawa mereka ke penghujung jalan di mana mereka berdua bisa saling bertemu dan hidup bahagia? Jocelyn Enid adalah malaikat bagi Jay, tetapi malaikatnya itu telah mengikat janji kepada malaikat lain.Jay merasa kalah saat ini, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk mendapatkan wanita itu. Benar kata Jo, manusia itu adalah makhluk egois. Semua manusia hanya mementingkan kebahagian mereka dibandingkan kebahagiaan orang lain. Jo lebih cocok untuk menjadi malaikat dibandingkan manusia, wanita itu lebih mementingkan orang lain daripada kebahagiaannya sendiri. Senyuman wanita itu sangat indah, canda tawa wanita itu, tatapan mata wanita itu, begitu banyak hal-hal kecil yang membuat Jay jatuh cinta kepada Jo, dan hal-hal kecil itulah yang membuat Jay begitu mencintai Jo. Jay menggenggam tangan Jo dan mengarahkan pandangannya ke arah langit, Jo tersenyum manis dan mengikuti arah pandang Jay. Mereka tengah dilanda dilema saat ini, mereka seakan tengah menghadapi sebuah jalan buntu yang tidak akan mereka temukan jalan keluarnya. Cinta, satu kata penuh makna.Cinta, perasaan yang dapat membuat seseorang merasa bahagia dan terkadang dapat membuat seseorang merasa sedih.Cinta, perasaan yang mengahuruskan seseorang untuk terus mengejar atau berkorban.Cinta aneh namun indah. Cinta itu indah namun pahit. Mereka berdua hanya bisa menyerahkan cinta mereka kepada sang takdir.Jika memang takdir berpihak pada mereka, maka cinta itu akan berakhir bahagia untuk mereka. Jika takdir mempermainkan mereka, maka mereka rela menikmati rasa perih atas nama cinta untuk orang yang mereka cintai.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD