"Astaga! Aku di suruh kembali ke Indonesia. Padahal nanti aku melewati Amerika lagi. Pasti kena pajak lagi. Itu hotelnya kenapa ada dua? Makin mahal Bul." Kutunjuk hotel berwarna merah itu. Kini Bulan tampak menyeringai lucu. "Enggak ah. Ini hotel yang satunya juga mahal Gi. Jadi aku harus punya dua. Udah kamu buruan Bulan madu gih ke sini. Aku kasih pelayanan memuaskan." Aku tergoda dengan ucapan Bulan. Tersenyum jahil ke arahnya. Dan dia baru tersadar atas apa yang diucapkannya itu. "Weee bukan itu. Maksudku kamu nih ke sini Bulan madunya. Ke Kanada bisa, ke Hawai bisa atau mau ke Australia?" Aku menggeleng dengan cepat. "Enggak mau. Terlalu mahal aku gak punya uang, bahkan utangku banyak Bul." Kali ini Bulan mencibirkan bibirnya lagi. "Ih pelit. Punya suami

