Pertengahan tahun selalu menjadi waktu yang damai. Sekolah-sekolah telah memulai semester baru beberapa hari yang lalu. Para pekerja kantoran pun kembali pada rutinitas penat mereka. Hari begitu cerah di pinggir Kota Tegal. Sebuah kafe bergaya klasik terlihat cukup ramai oleh pengunjung, meskipun tak sebanyak hari libur. Lonceng pintu kaca berdenting. Aroma kopi dan cokelat berbaur dengan udara, bau manis dan padanan pahit. Begitu menenangkan bagi seorang pria dewasa seperti Bintang. Topi baret yang menjulang di kepalanya dilepas. Begitu juga mantel kulit berwarna tanahnya. Puncak kepala Bintang hampir menyentuh bagian atas kusen pintu. Kakinya yang jenjang dan kokoh melangkah semakin jauh ke dalam. "Selamat datang." Penjaga counter menyapanya. Bintang sedikit tersenyum dan mengangguk

