Bab 9 Meja Keluhan

2035 Words

Semalam hujan mengguyur sebagian besar Kota Tegal. Jalanan masih basah tapi langit begitu cerah. Bintang, sekali lagi pusing di depan laptopnya. Cangkir putih gading mengeluarkan asap putih yang murni. Cairan hitam yang kental memenuhi cangkir, menyebarkan aroma pahit yang khas. Yogi menarik kursi untuk dirinya sendiri dan meletakkan kopinya di atas meja. Bintang mendeteksi keberadaan minuman kesukaannya. Kepalanya mendongak, menatap cangkir berisi kopi di depan Yogi. Hanya satu cangkir. Bintang menelan ludahnya sekali. Dia tidak akan meminta Yogi membuatkannya secangkir kopi atau menghukumnya. Sekali lagi, Bintang ingin menghilangkan budaya senioritas dimulai dari dirinya sendiri. Jadi dia hanya terbatuk dan mengalihkan pandangannya dari si hitam yang begitu menggoda. "Apa kau menca

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD