52. Lelah Yang Menentramkan

1277 Words

Aisyah saat ini disibukkan dengan kegiatan mengepak baju ke dalam tas ransel. Ammar, mereka akan melakukan perjalanan kembali ke Surabaya. Usai tiga hari berpulangnya Ning Rania, suasana di sini masih sedikit menyiratkan duka, tapi Abbah Bisri dan sudah ikhlas menerima kepergian Rania. Hanya Aksa, lelaki itu yang terlihat masih belum sepenuhnya rela. Meski telah dinasihati berkali-kali, Aksa tetap masih belum percaya dengan kondisi tersebut Rania telah pergi selama-lamanya. Raganya tidak akan terlihat lagi, hanya kelebat ingatan manis tentang rasa cinta yang tertinggal di hati dasar. Jendela kamar tempat Aisyah menginap di Ndalem ini, dia buka lebar-lebar. Harum aroma petrichor menembus ke dalam hidung bangirnya. Usai rinai hujan yang mengguyur dari siang tadi, timbul wangi petrichor, bau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD