43. Sanggring

1885 Words

Aisyah memutar mata, melihat gadis itu menyempatkan duduk berdiri saat ini. Suasana riuh dan padat oleh orang-orang, malah sebaliknya tidak bisa dilewati karena membludaknya pengunjung. Hampir saja dia terjengkang karena desakan dan injakan kaki dari lalu-lalang tentang belakang gamisnya. "Hati-hati Sayang, jangan lepas tangan kamu dariku, ya." Titah seseorang yang sekarang menggenggam erat jemari Aisyah. Ulasan senyum merekah dari sudut bibir gadis itu, "Iya, Ustaz," sahutnya menimpali. "Ustaz Setiap tahun selalu ke sini ya? Apa selalu ramai begini, Ustaz?" Pertanyaan meluncur dari bibir tipis Aisyah. Baru kali ini dia menyaksikan salah satu acara tahunan di salah satu desa. Gus Ammar selalu menerima undangan khusus setiap Ramadhan tiba. Malam dua puluh tiga Ramadhan, tepat satu bula

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD