"Masih marah?" "Siapa yang marah sih, Bang!" "Itu, kok judes nadanya?" "Terus Aisyah harus gimana?" Ammar menunjuk permukaan pipinya dengan telunjuk. Seolah isyarat bagi Aisyah agar dibicarakan memberikan tanda jika dia tidak marah. Aisyah membalas dengan semu merah di kedua pipi yang tiba-tiba menyembul. "Abang jangan aneh-aneh ya! Ini tempat umum lho," sewotnya sangat paham maksud lelaki itu. Ammar terkekeh. Sengaja dia sembuh Aisyah. Kalau sedang marah, lalu digoda, pasti wajah Aisyah berubah semakin merah merona. Dan Ammar sangat menyukai pemandangan tersebut. Katakanlah dia beruntung mendapat istri seperti Aisyah. Gadis itu cantik, pahatan wajah menarik sempurna. Berkulit putih, lalu hidungnya bangir. Bibirnya kemerah-merahan dan lengkungan senyum dari rahangnya semakin men

