Ayu's PoV Mau aku memberikan alasan apa pun, Rakha tak akan percaya karena mendengar apa yang aku bilang barusan kepada mama. Aku bilang saja terus terang, jika memang membutuhkan uang untuk pengobatan papa dan aku sedang memegang uang. Responnya yang seolah meledek, harus aku terima. Namun, dia tersinggung saat aku bilang yang mencari pinjaman pada orang kantor. Lelaki itu meminta nomor rekeningku, untuk transfer uang kebutuhan katanya. Aku terkejut saat dia transfer uang sebesar 25 juta rupiah, tiga kali lipat lebih sedikit dari nominal gajiku 8 juta per bulan. Mungkin uang segitu tak ada apa-apanya bagi lelaki itu, tapi bagiku sangat banyak sekali. Untuk kebutuhan sehari-hari di rumah, tak akan banyak. Untuk membeli kebutuhan dapur, tak akan habis banyak karena kami hanya berdua di r

