Semenjak kesepakatan Sekar dan Bu Ratri siang itu, Sekar bertekad memulai hidup baru. Meski sesekali masih merasakan mual yang sangat, tetapi kesehatannya berangsur membaik. Di saat seperti itu, Sekar sering merasa nelangsa sendiri. Mungkin perempuan lain bisa bermanja jika ada seorang laki-laki yang bersamanya, menguatkan hati dan mentalnya untuk meneruskan generasi pernikahan mereka. Namun, tidak dengan Sekar. Di sela rasa mualnya, dia selalu menyelipkan sebuah sugesti, bahwa bagaimanapun dia harus kuat. Dia harus bisa sendiri tanpa Faisal. Dia harus bisa bangkit bersama calon bayinya. Sore ini Sekar kembali bekerja di rumah Fahri karena sudah beberapa kali Melati menelepon dan berharap ia segera kembali bekerja. Gadis kecil itu terlihat sangat senang ketika melihat kedatangan Sekar. W

