In the Jail

1844 Words
Penjara Kelas I Dua orang kini saling berhadapan satu sama lain. Yang satu sudah berkepala enam dan yang di hadapannya masih hampir kepala tiga satu tahun lagi. Kedua pria itu sama – sama menatap serius ke arah papan catur. Ya, mereka tengah bermain catur untuk mengasah otak masing – masing. Tak lama, pria tua menggerakkan bidaknya dan yang lebih muda menyeringai karena merasa menemukan cara untuk mengalahkan pria tua di hadapannya. “ Skakmat!” ujarnya langsung mengejutkan pria tua itu. Dia memerhatikan, kalau saat ini dia sudah benar – benar terkepung dan dikalahkan oleh pria muda itu lagi. “ Sial! Sudah tiga kali bermain denganmu aku malah kalah!” rutuknya karena dia suah berkali – kali kalah. “ Sudah kubilang Pak Satnof, otak orang luar itu jauh berbeda. Makanya, Ares bisa menjadi pengusaha muda yang sukses,” ujar pria tua lainnya yang juga merupakan penghuni penjara ini. “ Ah, maafkan aku ya, Paman. Mau bagaimana lagi, aku selalu menemukan cara untuk menang,” kata Ares dengan senyuman santai sekaligus tersemat ejekan kepada Pak Satnof. “ Kau katanya bisa menemukan berbagai cara untuk menang. Lantas, kenapa kau tidak membebaskan diri dari pengadilan? Kau menyuap seratus miliyar dan mereka pun akan membebaskanmu tanpa syarat,” balas Satnof membuat Ares mendengus. “ Aku menerima hukuman ini karena seseorang. Lagipula, tinggal di sini tak buruk juga!” jawab Ares membuat Pak Satnof dan yang lain menyeringai. “ Kau benar! Penjara yang fasilitasnya tak kalah dengan apartemen mewah ini hanya bisa ditempati oleh orang – orang yang sudah membayar mahal sebelumnya. Dan di sini, bisa – bisanya kau yang paling muda mendapat kamar VVIP.” Satnof membenarkan pernyataan Ares. “ Ya, begitulah! Di mana – mana, hukum itu bisa dibeli, bukan?” Ares menambahkan pula. Tak lama, dua sipir penjara datang ke tempat istirahat para narapidana. Mereka langsung membungkuk hormat kepada para narapidana yang ada di situ. Dan khususnya, mereka ingin bicara dengan Ares Pratama. “ Tuan Pratama, Helios sudah datang ke sini.” Mereka melapor dibalas anggukan oleh Ares. “ Baiklah! Aku harus menemuinya dulu. Aku tunggu tantangan Paman lagi kalau bisa mengalahkanku dalam permainan ini ya,” pamit Ares dan ikut dengan kedua sipir itu untuk bertemu dengan Helios. Oh, kedua sipir itu sama sekali tidak memborgolnya dan malah berlaku seperti pengawalnya saja. Ya, ini lah bedanya kalau masuk ke penjara dengan membayar. Benar – benar mendapat perlakuan yang jauh berbeda. Bisa dibilang, Ares bergabung dengan para tahanan yang adalah koruptor. Mau bagaimana lagi, hanya penjara koruptor lah yang mewah. “ Hai, Helios! Bagaimana kabarmu? Wah, wajahmu kelihatan lelah ya,” sapa Ares dengan senyumannya lalu duduk di sofa yang tersedia untuk menyambut tamu. “ Anda benar, Tuan! Saya melakukan semua sendirian dan itu sangat melelahkan. Dan lagi, saya menemukan masalah dalam membalik nama Perusahaan atas nama anda.” Helios melapor tanpa banyak basa – basi. “ Masalah apa? Para kepala cabang yang tidak menerimaku atau para pemilik saham yang meributkannya?” tanya Ares. “ Mereka takkan berkutik sedikit pun, Tuan. Tapi, semua aset yang anda miliki atas nama Tuan William Simon. Itu masalahnya!” jelas Helios membuat Ares mengernyit bingung. “ Lantas? Tinggal ubah kan? Dulu, aku membuat nama Simon, karena dia lah yang memang sah memiliki semua itu. Aku kan sudah mengurus kewarganegaraanku dan tercantum sebagai saudaranya. Apa yang sulit?” Ares masih bingung. “ Satu setengah tahun yang lalu, Tuan William Simon sudah memberikan semua asetnya atas nama Mikaela Cassandra Djuanda sebagai pewarisnya.” Helios memberi tahu alasannya dan itu membuat Ares membelalak terkejut. Oh, dia ingat kalau Mikaela pernah membicarakan soal harta Willy hampir setahun yang lalu. Helios langsung memberi salinan surat wasiat yang didapat dari pengadilan yang mengurus hal itu. Ares terdiam! Dia sama sekali tak menduga kalau Willy menulis, ‘Semua aset yang mengatasnamakan William Simon’. “ Oh! Aku benar – benar bodoh! Padahal, waktu itu Mikaela mau mengembalikan semua kepadaku. Aku pikir, hanya hartanya yang bertotalkan 25 juta dollar itu. Ternyata, ada sambungannya kalau semua yang atas nama dia. Simon tidak tahu kalau aku membuat semua asetku atas nama dia. Aisshh! Sialan!” kesalnya karena ini benar – benar menjadi kesulitan yang membuatnya harus mengurusnya langsung dengan Mikaela. Tapi Ares yakin, Mikaela tak mau bertemu dengannya. “ Mungkin, jika berurusan dengan Nona Mikaela takkan sesulit itu. Tapi ada masalah lain lagi, Tuan.” Helios berkata dan membuat Ares membelalakkan matanya. Oh! Dia tidak tahu kalau semua harta yang dia kumpulkan sekaligus dia rebut dari sang paman benar – benar akan bermasalah seperti ini. “ Apa lagi?” tanyanya dengan nada mulai kesal. “ Ternyata, harta yang diberikan oleh Mr. Harold hanya sebagian atau lima puluh persennya saja. Dan dia memang hanya memberikan bagian milik ayah anda. Karena sebagian lagi sudah dia yang atas namanya sudah dia balik nama kepada orang lain. Dan ini semua terjadi sebelum kematiannya,” jelas Helios semakin membuat Ares tak menyangka. Pria itu terkejut, ternyata pamannya tidak sebodoh itu. Pasti lah, Harold akan sadar kalau Ares memang akan mengkhianatinya suatu hari nanti. “ Dia memberi sebagian lagi kepada orang lain? Siapa orangnya?” tanya Ares sangat penasaran. “ Ah, setelah saya cari tahu, orang itu sudah meninggal dunia. Namanya Sandara Pranesti. Mungkin saja, itu adalah kekasih atau seseorang yang penting bagi Mr. Harold.” Jawab Helios benar – benar membuat Ares kesal setengah mati. Lima puluh persen harta yang dia miliki itu atas nama orang lain dan lagi orangnya sudah meninggal? Ares harus repot mencari siapa yang akan mewarisi itu semua lalu mengambil apa yang selayaknya dia miliki. Karena memang, dia lah yang bekerja sehingga bisa menghasilkan semua ini. “ Kau tidak tahu siapa pewarisnya, Helios?” Ares bertanya lagi dan berharap Helios bisa menyelesaikan semua ini dengan cepat. “ Sayangnya, ini lah yang baru ingin saya selidiki dan memberi hasil secepatnya kepada anda.” Helios menjawab. Oh, Ares harus menahan emosinya dan pria itu pun menarik napasnya dalam – dalam supaya dia tak tenggelam dalam dunia penuh emosi. Dia harus belajar mengendalikan diri supaya tidak menjadi manusia bar – bar lagi. “ Cari tahu, siapa pewaris dari Sandara Pranesti! Dengan begitu, aku bisa langsung bernegosiasi dengan orang itu! Kalau dia menolak, akan kuhabisi!” perintah Ares langsung diangguki patuh oleh Helios. Maka, setelah pembicaraan serius itu, Helios undur diri. Ares kembali ke dalam sel atau kamar pribadinya sambil terus berpikir dengan semua yang terjadi. ‘ Si tua bangka sialan itu mungkin punya kekasih atau bahkan seorang anak ya? Ah, aku tidak tahu harus berkata apa kepada orang yang sama – sama terlahir dari darah Simon yang kotor sepertiku. Dia saudaraku ternyata!’ batin Ares. Ya, kebenaran yang mengejutkan bahwa nyatanya di luar sana ada seseorang yang masih punya hubungan keluarga yang dekat dengan Ares Pratama. Hampir berumur tiga puluh tahun, dan baru sekarang Ares mengetahui semua ini. Ini bukan kebetulan atau drama yang disengaja. Ini terjadi karena memang masalah warisan harus mencari tahu siapa pemilik yang mendapatkannya. Karena hal itu, Ares terpaksa harus tahu siapa orang yang selama ini punya ikatan darah dengannya selain adiknya sendiri. Oh, ini pasti akan sangat menarik! *** Rumah Sakit Mikaela masih terbaring lemah dan belum sadarkan diri. Untung saja, semalam dia bisa melahirkan dengan normal walau taruhannya adalah nyawanya sendiri. Para dokter bisa menyelamatkannya sehingga tidak kekurangan darah yang akan menyebabkan dia meninggal dunia. Kedua anaknya selamat dan kini hanya ada Adinata dan Heinry yang menatap sendu kepada Mikaela. Suami yang dia cintai, kini tidak menemaninya di saat seperti ini. “ Aku tak bisa berkata apa – apa kepada Marcel, Nak. Dia pasti sangat kecewa mengetahui semua ini.” Adinata benar – benar berpasrah. Ia tak lagi bisa berkeras karena kini jelas kalau Mikaela yang salah. Putrinya itu menyembunyikan identitas bayi yang jelas bukan milik Marcel. “ Aku sudah melakukan pengecekan, hasilnya memang negative, Pa. Bayi kembar itu bukan anaknya Marcel.” Heinry juga menambahkan. Mengingat apa yang terjadi kepada Mikaela, semakin besar lah kebencian Heinry kepada Ares. Pria yang sudah benar – benar mengacaukan kehidupan Mikaela sampai luluh lantak. “ Apa Mikaela bisa bertahan setelah ini? Aku sengaja menyuruh dokter membiusnya lebih lama lagi supaya tidak langsung syok dengan apa yang terjadi, Heinry! Aku tidak kuat!” ujar Adinata dengan nada penuh kesedihan. Dia tak bisa membayangkan kalau Mikaela syok lalu harus kehilangan nyawanya. Oh, Mikaela adalah peninggalan istri tercintanya. Putri yang terlahir mirip dengan istrinya itu takkan dia biarkan terluka dan hidup dengan penuh penderitaan. Tapi sepertinya, kenyataan malah berkata sebaliknya. “ Pa! Kita harus kuat! Karena jika Marcel membuang Mikaela, kita lah yang harus berada di sisinya. Jangan tunjukkan kalau kita lemah dan tak berdaya!” ujar Heinry sambil memeluk ayahnya. Sebagai kakak, dia juga tersiksa melihat adik yang sangat dia sayangi harus mengalami hal yang seperti ini. Tapi sebisa mungkin, dia harus kuat karena Mikaela akan semakin sedih jika mereka hancur. *** Mansion Buana “Rosemarry Angelica Buana! Nama putri kita memang bagus sekali ya, Michie!” ujar Michael setelah mengambil akte kelahiran yang dia urus. Michelle tersenyum melihat suaminya yang bahagia sambil berjalan ke arah dirinya yang baru saja menidurkan bayi kecil mereka yang cantik. “ Astaga! Anak ini sangat mirip dengan Papanya,” kata Michelle tersenyum memandangi wajah imut bayi yang baru berusia tiga bulan itu. “ Hahaha! Tapi bentuk matanya sangat mirip dengan Mamanya. Dia memang anak yang mendapat kedua gen orang tuanya kan,” balas Michael diangguki mantap oleh Michelle. Ah, mereka merasa kalau keluarga mereka sudah cukup lengkap karena keberadaan Rose di antara mereka. Walau begitu, entah kenapa Michelle masih merasa tidak benar – benar bahagia. Kenapa? Karena dia ingin memiliki semua harta kekayaan keluarga Buana. Ia ingin membalaskan dendamnya di masa lalu kepada mertuanya. Michael tak tahu, ternyata dendam itu sudah menjadi ambisi di dalam hati Michelle. “ Hahh … aku terkejut ketika Papa memberi tahu kalau ternyata Kak Kaela tidak melahirkan anaknya Kak Marcel.” Michael berujar dan hal itu membuat Michelle terbelalak. “ Maksudnya bagaimana? Kak Kaela selingkuh?” tanyanya ingin mengorek informasi mengenai berita ini. Tadi malam, Marcel kembali ke mansion dengan keadaan kacau balau dan tidak keluar dari kamarnya sampai jam segini. Padahal, hari sudah sangat siang dan nyaris sore. “ Aku tak tahu bagaimana kejadiannya. Tapi bisa saja kan, kalau Kak Kaela adalah korban pemerkosaan. Kalau Kak Kaela memang selingkuh, kenapa dia harus kembali kepada Kak Marcel? Bukannya Ares jauh lebih memiliki segalanya. Aku mungkin bisa meluruskan semua ini kepada Kakak,” ujar Michael berpendapat. Bukannya apa, dia hanya ingin rumah tangga kakaknya juga aman dan damai. “ Mike! Aku rasa itu tidak perlu! Kak Marcel itu pasti sudah memikirkan semua itu. Menurutku, kita fokus saja dengan keluarga kita. Rumit juga kalau kita ikut campur, bukan?” Michelle memberi saran dan itu membuat Michael terdiam sambil berpikir sejenak. “ Ah, benar juga ya! Aku harap, tidak ada lagi masalah yang melanda keluarga Buana.” Michael hanya bisa berharap. “ Michie, aku pergi bekerja dulu ya! Karena tidak ada Kakak, aku harus melakukan semuanya sendiri. Sampai nanti!” pamitnya sambil mengecup kepala istri tercintanya. Setelah Michael pergi, Michelle menyeringai licik. ‘ Tanpa campur tanganku pun, Mbak Kaela sudah hancur! Ah, aku akan semakin mengacaukan mereka!’ batinnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD