Mobil itu seperti sedang terbang. Dirga tidak main-main, kali ini lelaki itu benar-benar sedang bercanda dengan maut. Gayatri pasrah jika hari ini adalah akhir dari hidupnya, dia terus merapatkan mata, tidak mau melihat kengerian di sekitarnya. Biar saja jika nanti malaikat maut mencabut nyawanya dia sedang terpejam. Mobil berhenti, tidak terjadi apa-apa. Perlahan, Gayati membuka mata dia masih hidup. Dada Dirga turun naik kepalannya masih erat memegang setir. Wajahnya pucat, pelipisnya berdenyut. Gayatri tidak kalah pucat, dia melihat sekeliling dua unit motor patroli polisi ternyata berhasil menghadang mobil Dirga. Gayatri melihat ke belakang mobil, selain motor ternyata ada satu unit mobil polisi. Mereka sudah seperti penjahat yang lari dari kejaran polisi lalu dikepung dan tertangka

