“Mas Arya, urusannya sudah selesai?” Siang itu Gayatri merasa kelelahan dan memilih menghubungi Arya. Wanita itu tengah risau, bibir dan tenggorokannya kering. Matanya bengkak, hari ini dia lebih memilih istirahat di rumah, tidak memaksakan diri berangkat ke kantor. “Mas lagi Malang, Dek. Habis ini ada pertemuan di Surabaya. Ada apakah, kangen ya,” ledek Arya. “Mau curhat, Mas. Aku juga mulai kewalahan, bantu rekrut karyawan, yang di rekrutin HR gak memenuhi kualifikasi aku.” Banyak, Mas, banyak yang ingin aku keluhkan, bisik Gayatri dalam hatinya “Ya sudah pulang dari Surabaya aku langsung ke Bandung. O iya oleh-oleh dari SG kemarin ketinggalan di pesawat kayaknya. Gak apa-apa kan?” “Ya, udah, Mas, aku gak butuh oleh-oleh, aku butuh Mas.” Gayatri tidak tahu, di seberang sana Arya te

