Heart to Heart Conversation

1023 Words

"Kenapa Pak Joan memperlakukan saya seperti ini?” Setelah merasa kesunyian lebih membuat atmosfer diantara mereka terasa canggung, Jiyya pada akhirnya angkat bicara. “Seperti apa?” “Ya, seperti menggendong saya, dan mengantar saya pulang.” “Anggap saja saya sedang berbaik hati pada mahasiswi cantik yang sedang patah hati.” “Saya tidak patah hati.” Jiyya mengujar, meski begitu ekspresinya tidak dapat terbaca bila seandainya Pak Joan bisa melihat bagaimana air mukanya sekarang. “Dan saya… saya minta maaf,” gumam Jiyya. Pak Joan tidak langsung berkomentar. “Untuk apa?” Akhirnya setelah Pak Joan mempertimbangkan banyak hal Jiyya mendengar suaranya sedikit lebih rendah dan lembut. Pria itu mungkin berpikir untuk tidak mengatakan sesuatu yang akan menyakitinya, atau menggunakan nada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD