Terjadi di hari berikutnya, dimana pagi yang indah Joan dapatkan. Jiyya sepertinya sudah tidak lagi berada dalam masa menstruasi. Pria itu dengan mudah mengetahui fakta itu karena dia mendapati rambut Jiyya yang basah dan dia telah begitu segar di pagi hari. Tidak hanya itu, cara si gadis membangunkannya sangat menarik dan cukup untuk mematik libidonya ketika tanpa rangsangan pun dia memiliki morning wood yang cukup akut. “Selamat pagi, Jiyya,” sapa Joan, menatap gadis itu dengan alis terangkat dan juga sebuah senyuman kecil. Jiyya tidak menjawab, malah gadis itu membungkuk untuk bisa memberinya sebuah ciuman di bibir sebagai bentuk morning kiss, mungkin? Rambut Jiyya yang basah sebagian jatuh ke pipi sang dosen muda. Gadis itu cukup agresif, padahal dia jelas baru saja keluar dari kama

