Joan pulang dari acara bersama kawan-kawannya pada pukul sepuluh malam. Dia menutup pintu di belakang dengan santai sambil sesekali bersenandung kecil. Tetapi kemudian tubuhnya langsung membeku seketika begitu mendapati sosok Jiyya yang sudah duduk di sofa ruang tengahnya. Gadis itu tampak sedang mengemut ice cream di mulut sementara kedua matanya fokus memindai sebuah buku di pangkuan dengan cepat. Jika saja yang sekarang sedang duduk di sofa itu perempuan lain, sudah bisa di pastikan Joan akan berpura-pura tiada siapa pun yang ada di sana, menutup pintu kembali dan lebih memilih tidur di mana saja dari pada di rumah. Namun, karena yang sekarang berada di hadapannya adalah Jiyya, pria itu justru merasa bahagia dan tenang, sesuatu yang hangat merayap ke dalam hatinya. Ini seperti sesuatu y

