Jarvis's Support

1306 Words

“Hai Pak Leon.” “Ah, Jarvis,” sahut Leon sembari mengucapkan kalimat sapaan balik bahkan sebelum kepalanya berbalik menghadap mahasiswa pintar kesayangannya. Dia sudah terbiasa dengan Jarvis yang kerap kali memilih untuk berjalan dibelakangnya dibandingkan sejajar meskipun mereka sudah cukup akrab. Leon melirik dan mendapati mahasiswanya itu sedang merokok. “Sejak kapan kau merokok?” tanya Leon agak heran sebab seingatnya Jarvis membenci asap rokok. “Entahlah aku tidak begitu ingat,” sahut si pemuda. Sebetulnya ada alasan mengapa Leon sengaja mendekati pemuda ini, dia ingin melihat Silvana lantaran gadis itu jarang sekali terlihat batang hidungnya. Sebenarnya sejak kemarin dan sejujurnya dia agak merindukan si gadis cerewet itu ada disekitarnya. Padahal dia berulang kali mengatakan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD