Mendengar Jiyya membentaknya dengan marah sambil menuntut, Dean menatap sahabat masa kecilnya dengan tatapan tak percaya. “Kau sudah kehilangan kewarasanmu hah?! Dia itu dosen kita Jiyya!” Dean kemudian balas berteriak padanya. Tampaknya bocah itu sangat marah, bingung dan juga kesal kepadanya. Itu adalah sebuah komplikasi perasaan yang sulit untuk di definisikan oleh dirinya sendiri apalagi oleh Jiyya. Apalagi Dean bahkan tidak terlihat sama sekali menyesal terhadap apa yang baru saja dia lakukan terhadap Joan. Pemuda itu menatap dosen muda mereka dengan pandangan yang sulit di artikan. Dia mungkin khawatir Joan akan membalas serangan itu. “Hubungan ini tidak benar Jiyya, ini tidak akan berhasil. Kalian telah melanggar batas.” Joan pada akhirnya bangkit dari posisinya yang terpuruk di

