Leon tentu tahu jawabannya secara pasti. “Bu,” panggil Leon, kepalanya tertunduk sedikit. “Pak, saya mencintai putri kalian berdua. Saya tahu dan secara sadar mengetahui bahwa hal ini memang tidak benar sejak semula. Saya sangat mengerti alasan kemarahan serta keenggananmu terhadap saya. Namun, begitulah faktanya. Saya telah mencintai putrimu. Itu terjadi dengan cara yang tidak terduga dan sangat cepat, bahkan saya sendiri tidak percaya telah jatuh hati padanya. Sejujurnya saya tidak pernah memikirkan putrimu sebagai pilihan dalam hidup saya. Tidak sama sekali. Tapi setelah semua yang terjadi diantara kami, saya tidak bisa membayangkan hidup saya tanpa Silvana.” Leon berusaha sebisa mungkin untuk melatih kedua matanya agar dapat terlihat gagah dihadapan sang kepala keluarga yang masih pu

