Eh, Gita!" Kutahan lengannya setelah berhasil menghadangnya. Gita menarik satu sudut bibirnya ke atas. Terlihat jelas dia sedang mengejekku. "Ada apa lagi, Priscillia?" "Sejak kapan lo tetanggaan sama dia?" tanyaku, menatapnya tajam. "Sejak kapan, ya?" Dia memalingkan wajah, menatap ke lain arah dengan ekspresi seperti sedang berpikir. Tiga detik kemudian dia menatapku kembali. "Yang pasti, jauh sebelum gue kenal sama elo," tunjuknya ke arah dadaku. "Kenapa emang? Lo kaget, ya? Lo pasti berpikir, kali ini lo bakalan susah rebut Kak Langit dari gue. Iya, 'kan?" tukasnya. "Karena kita udah kenal lama, lama banget malah. Gue udah tau gimana sifat dia. Makanya, gue bisa bertahan sama semua perlakuan dia. You understand?" Aku bergeming, tak sanggup menjawab. Hingga dia pergi lagi dari hada

