"Itu apa, Sil?" "Ini, Yah. Tadi di jalan lihat pohon melati, kebetulan bunganya pada mekar. Jadi Sisil petikin," sahutku yang baru masuk ke dalam rumah dengan tangan kanan memegang kantong plastik berisi puluhan kuntum bunga melati. "Assalamualaikum." Kuraih tangan Ayah dan mencium punggungnya. "Waalaikumsalam," sahut Ayah diakhiri senyum tipis. Kemudian menghampiri Bunda yang sedang berdiri di pintu dapur dengan satu tangan memegang segelas teh. "Assalamualaikum, Bun." "Waalaikumsalam," jawab Bunda. "Sil, Bunda bikin bolu karamel. Mau Bunda ambilin?" Aku yang hendak menginjak anak tangga untuk menuju kamar, akhirnya menghentikan langkah dan berputar kembali. "Nanti aja, Bun. Sisil mau istirahat dulu," tolakku dengan halus. Bunda tersenyum kecut disertai anggukkan. Aku pun melangka

