52. Lelah

1894 Words

"Lo mau ngapain ngajak gue ke sini?" tanya Amel ketika aku menghentikan skuter matik di depan toko bunga. "Lo mau gue tambahin kalimat apa?" kelakarku. "Ngasal lo!" pekik Amel. Aku tertawa melihat ekspresinya. "Masuk dulu," ajakku. "Selamat pagi. Mau pesan bunga untuk acara apa, Teh?" sapa pelayanan perempuan berkerudung ungu itu. "Selamat pagi juga. Mau pesan buat acara wisuda, Teh. Tapi buat cowok," sahutku. "Oh, baik. Ada beberapa contoh. Silakan dipilih, mau yang mana," ujarnya dengan ramah. "Yang ini aja," tunjukku pada salah satu contoh buket berisi bunga anyelir. "Baik. Silakan tunggu sebentar, kami siapkan dulu bunganya." "Iya, Teh. Eh, iya lupa. Buketnya dua ya, Teh," pintaku. "Baik." Aku pun mengajak Amel untuk duduk di kursi yang dikhususkan untuk konsumen. "Lo ... m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD