34. Hari Ulang Tahun Sisil

1704 Words

Ponsel di samping bantal berdering. Membuatku terjaga dari lelapnya tidur yang indah nan damai. Aku meraihnya dengan mata yang masih terpejam. "Halo! Bisa enggak sih, telponnya di jam normal aja. Ini tuh udah malem," gerutuku setelah menempelkan ponsel di samping telinga. "Sengaja." Aku memincingkan mata, demi melihat layar ponsel. "Langit Biantara?" k****a nama yang tertulis. Berdecak kesal lalu menempelkan kembali smartphoneku di samping telinga. "Kenapa telpon tengah malem gini, sih? Ada yang penting?" Aku mendengkus. "Bangun bentar, bisa enggak?" pintanya. "Mau ngapain?" gerutuku. "Ayolah, Putri Priscillia. Sebentar saja." Nada suaranya terdengar memelas. Akhirnya walau pun kesal, aku bangkit dari tidurku. "Udah." "Mana?" "Ya, di kamar. Suruh bangun, 'kan? Ini udah duduk di at

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD