25. Sekuntum Bunga Melati

1507 Words

Aku turun dari skuter matik setelah melepas helm, lalu mencabut kunci dengan gantungan boneka kelinci itu. Menoleh ketika mendengar Amel memanggil namaku. "Sisilia-ku!" "Amelodi!" sahutku. "Annyeong haseyo." "Annyeong," balas Amel setelah kami bercipika-cipiki. Kami pun melangkah menuju gedung kampus. "Hari ini Pak Tama jadi enggak ya, ngasih kuis," ucap Amel dengan nada lesu. "Lo enggak belajar?" tanyaku. "Belajar, tapi dikit. Keburu buka IG, trus ...." "Trus apa?" "Gue nyari akunnya calon abang ipar lo," bisik Amel. Aku menoleh kaget. "Abang ipar?" "Althaf Saka Wiguna." Amel tersenyum menggoda. "Lo ini. Gue enggak jadian sama Langit," sanggahku. "Ya, paling bentar lagi. Tinggal menunggu waktu aja." Aku hanya bisa berdecak. "Jangan bilang setelah mendepak Arfan dari jajaran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD