56. Langit Nikah ...?

1484 Words

"Kenapa bukan Ayah kamu yang ke sini buat minta maaf?" tukas Wa Saleh, dengan sorot mata yang tetap mengarah pada kitab di tangannya. "Ayah 'kan sibuk, Wa. Sisil aja bisa ke sini juga karna ambil cuti selama dua minggu," sahutku. "Fardan juga harusnya ambil cuti, dong," ketus lelaki yang memakai baju koko dan sarung itu. "Ya, kalo Sisil sih, gampang aja ambil cuti, toh cuma asisten. Ayah 'kan supervisor mal, swalayan besar. Enggak bisa ambil cuti seenaknya, lah," dalihku. Wa Saleh hanya menoleh, lalu membaca kitab di tangannya lagi. "Ya udah, lah. Yang penting Sisil udah sampaikan amanah Ayah buat menyampaikan permintaan maaf. Masalah Uwa maafin atau enggak, itu terserah Uwa. Allah aja Maha Pemaaf, masa Uwa enggak?" sungutku. "Ini anak sikapnya udah kembali seperti dulu, Mi," sindirn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD