55. Pulang Kampung

1783 Words

"Teh ... Teh. Teh Sisil. Bangun, Teh. Udah Magrib." Aku memicingkan mata. "Ulfa?" Lalu mengangkat tubuh secara perlahan. "Di mana ini, ya?" gumamku. Masih dengan rasa kantuk dan lelah di sekujur tubuh. "Di kampung, Teh. Tadi sore 'kan Teh Sisil baru sampai, trus langsung ketiduran karena capek," terang anak berusia lima belas tahun itu. "Ya ampun, lupa." Akhirnya aku mengucek kedua mata. "Solat dulu, Teh. Habis itu makan. Teteh belum makan dari tadi siang, 'kan?" Kuberikan sebuah anggukkan kepala. Keluar dari kamar yang ukurannya mungkin hanya seperempat dari ukuran kamarku. Kemudian menunaikan salat Magrib bersama Bi Uli. Ya, aku berada di rumah Mang Dikdik sekarang, yang tak lain adalah kampung halamanku. Setelah kejadian Angga yang menemuiku kemarin siang, aku memutuskan untuk men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD