"Kelemahan lo ada sama dia kan? Lo terlalu gampang di tebak," Daniel menyeringai. Bogeman mentah di dapatkan Daniel di pipi kiri membuatnya tersungkur ke lantai, Daniel mengelus bibirnya yang robek. Mereka menjadi bahan tontonan mahasiswa yang berada di situ atau hanya sekedar lewat. Alvero menarik kerah baju Daniel dengan tatapan marah. "Urusan lo, sama gue. Bukan sama Resya," "Tapi lo lemah kalo ada dia, dia buat lo bertekuk lutut. Kalo gue dapetin dia, gue bisa kalahin lo." Alvero sudah akan meninju rahang Daniel kembali tapi teriakan wanita yang di cintainya membuat kepalan tangannya hanya berada di udara. •°• Resya berjalan menuju kelas pertamanya lalu tubuhnya lunglai ketika seseorang me

