Bab 17

4439 Words

Kelakuan Ibu semakin nggak masuk akal. Sepekan setelah aku sembuh dan memulai rutinitasku seperti biasa, Ibu kembali merecoki hal-hal yang aneh-aneh. Siapa lagi kalau bukan karena Mbak Sulis? Selama Mbak Sulis merawatku kan, Mbak Sulis sering masak di sini, sering menginap di sini juga mengingat suami Mbak Sulis dinas ke luar Jawa. Ibu menginginkan diriku berkiblat seperti Mbak Sulis. Memiliki peringai selembut dia, sesantun dengan senyum pemikat sejuta umat seperti dia, dan pandai dalam segala hal seperti dia. Aku paling nggak pernah bisa dibanding-bandingkan dengan siapa pun. Tapi Ibu nggak mau tahu dengan hal itu. Di dalam pikirannya, aku kudu mampu, paling enggak, duduk satu bangku dengan Mbak Sulis. “Tata capek, Bu. Capek setiap pulang kerja harus Ibu ceramahi ini dan itu. Tata ini a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD