Prolog
Seperti nama yang di berikan orang tua yang mencintainya, Daisy. Dia bukan hanya jiwa yang lembut, dia adalah malaikat dalam wujud manusia. Jiwanya begitu indah sampai-sampai dia berbagi kepolosannya tanpa menyadarinya. Warna matanya menggambarkan ketenangannya, welas asih dan cinta yang perlahan mekar di dalam hatinya. Hingga Seth Lockhart datang untuk merusaknya.
Menghormati dan mengagumi adalah sebagai apresiasi yang ia beri pada Seth. Awalnya tak lebih, seiring waktu berjalan semuanya berbeda.
Ada cinta.
Hingga suatu hari Seth membangun jurang perbedaan yang amat dalam. Ia tergelincir dan tenggelam sampai dasar.
Jatuhnya ikut menguburkan apa yang pernah tumbuh di ruangan kecil yang mereka namakan hati.
Lebih dalam, menunggu seorang membawanya kembali utuh kepermukaan.
Beberapa tahun kemudian, setelah Daisy melangkah maju dengan putra kecilnya, pria itu kembali datang untuk mengacaukan hidup Daisy.
Seth seperti awan hitam yang memporak-porandakan kehidupannya yang cerah. Yang Daisy inginkan adalah hidup bahagia dengan putra kesayangan dan orang-orang yang mencintainya.
Ataukah kebahagiaannya adalah dengan Seth?
****
Selalu di tuntut dalam kesempurnaan.
Seseorang yang harus menjadi nomor satu. Tidak ada yang tak tunduk Padanya.
Takdirnya akan selalu sempurna, itu yang ia percayai sejak dulu.
Dengan rambut rambut coklat yang membuatnya terlihat seksi, mata hijau yang menyorot tajam dan wajahnya yang tegas, menempatkannya pada posisi pria tertampan di sekolah. Ditambah fisik yang berotot hasil dari latihan sebagai pemain footbal dan Atlet Karate. Yang dia lakukan hanya pura-pura tertarik dan mereka dengan senang hati melemparkan diri padanya. Para gadis itu memang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan fisiknya, tetapi tidak dapat mengisi kekosongan di hatinya.
Sampai seorang gadis malaikat menjungkir balik fakta. Kata cinta yang tak pernah di percayai, bahkan hampir tak ia kenal, muncul hanya dengan melihat mata besar dengan iris sebiru langit tanpa awan.
Satu kesalahan yang mungkin sangat fatal menjauhkannya dari si gadis malaikat -tanpa ia sadari sudah menjadi favorit- Tapi sialnya, Nama Lockhart dan status pewaris yang ia sandang tidak memperbolehkan.
Dia harus sempurna.
Lagi-lagi keputusan untuk pergi meninggalkan Daisy juga merupakan kesalahan yang menodai kesempurnaannya.
Meskipun telah sekian tahun berlalu tetapi Bayangan Daisy tidak dapat hilang. Bahkan sesak di hatinya bagai palu yang menghantam dadanya setiap mengingat senyuman yang membuatnya terhipnotis.