ibuku pergi pulang kampung

530 Words
Aku pun menjemur buku satu persatu karena basah, jujur aku sedih kenapa ayah bisa sejahat itu sama aku, aku juga tidak tahu salah ku apa. Pada malam harinya disaat ayah berangkat kerja aku dan ibu menonton tv di ruang tengah dan akupun berkata kepada ibu, "Bu, jika tidak ada ayah dirumah, sepertinya rumah ada kebahagian" ujar ku sambil menonton tv, "Iyha nak, kalau tidak ada ayah terasa tenang" jawab ibu sambil tersenyum, Keesokan paginya pun seperti biasa aku berangkat ke sekolah dengan sepeda ku, sesampainya disekolah melakukan aktifitas seperti biasa di sekolah hingga bel pulang sekolah pun bunyi, disaat bel pulang sekolah berbunyi aku bergegas ke parkiran untuk mengambil sepeda. Sesampainya dirumah aku mencari ibu keliling rumah dan aku menemukan ibu didalam kamar sambil berkemas pakaian, "Ibu, mau kemana ?, Kok berkemas baju" ujar ku sambil menuju kedalam kamar, "Riska kamu sudah pulang Nak," jawab ibu sambil bekemas "Iyha Bu, Riska udah pulang" jawab ku lagi sambil mencium tangan ibu " Riska, ibu akan pulang kampung untuk mengantarkan dagangan baju dirumah kakak Ahmad" jawab ibu membalas pertanyaan ku yang sebelumnya " ibu berapa lama disana?" Tanya ku dengan penuh rasa penasaran dan sedih "Mungkin ibu sekitar 2 Minggu nak, jadi Riska dirumah sama ayah, Riska jangan nakalnya" jawab ibu sambil menasehati agar aku tidak nakal bersama ayah, " Iyha Bu, Riska janji, Riska gak akan nakal" jawab ku lagi sambil menahan air mata Jujur aku sangat sedih ibu akan meninggalkan ku walau hanya sebentar dan aku harus tinggal bersama ayah. Hari dimana ibu akan berangkat pun tiba aku dan ayah mengantarkan ibu sampai pelabuhan, disitu aku menangis ingin pergi bersama ibu, sampainya dirumah ayah siap-siap untuk pergi kerja "Riska, ayah pergi kerja kamu dirumah sendiri hati-hati, kalau kamu takut dirumah sendiri nanti kerumah Kakak Yani" ujar ayah sambil mengambil kunci motornya, "Iyha ayah" jawab ku sambil menganggukkan kepala, "Besok kalau berangkat sekolah uang sangu ada digelas, ingat uang itu kamu pake sampai ibu pulang dari kampung" jawab ayah lagi sambil menyalakan motornya untuk berangkat kerja. Pagi hari pun tiba seperti biasa aku pergi ke sekolah dan aku mengambil sangu yang ada digelas, betapa terkejutnya aku ternyata ayah hanya meninggalkan uang 10.000 untuk aku belanja selama 2 Minggu aku hanya bisa terdiam dan mengambil sepeda ku untuk berangkat sekolah. Pada jam istirahat sekolah teman ku mengajak kekantin "Ris, ayo kekantin" ujar teman ku "Iyha, ayo tunggu sebentar aku taro buku didalam tas" jawab ku sembari menaro buka kedalam tas Sesampainya di kantin aku hanya membeli minuman dan cemilan Yang menurut ku cukup untuk mengganjal perut hingga pulang sekolah, karena aku takut jika aku belanja seperti kawan-kawan ku uang yang dikasih ayah tidak akan cukup sampai ibu pulang kerumah. Sepulang sekolah aku bergegas kedapur untuk mencari makan karena disekolah aku hanya mengganjal perut dengan makanan ringan saja, aku mencari makan didalam lemari didalam kulkas tidak ada makanan yang aku temukan, akhirnya aku memutuskan untuk membeli Indomie instan dengan uang sisa saku tadi. Dua Minggu berlalu, sepulang aku sekolah aku melihat ibu dirumah sedang diduduk diruang tamu betapa senangnya aku disaat ibu pulang, "Ibuuuuuu" teriak ku diluar rumah "Riska senang banget ibu sudah pulang" ujar ku sambil memeluk ibu. Ibu membalas pelukan ku.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD