SB - 44

1205 Words

"Bagaimana dokter?"  Diero membantuku turun dari tempat tidur setelah dokter selesai memeriksa. Apa kalian bertanya-tanya kenapa bukan Diero langsung yang memeriksa kondisiku? Hmm kurasa kalian tahu jawabannya kan?  "Kurang istirahat. Apa kau punya banyak beban pikiran akhir-akhir ini Tarin?"  Aku dan Diero saling pandang. "Hmm, deadline pekerjaan, dok."  Dokter tersenyum. "Kau ini memang nakal sekali Tarin."  "Apa ada masalah lain dokter?" tanya Diero.  Dokter menggeleng. "Hanya saja kali ini makanan Tarin harus sedikit lebih dijaga, ya." dokter memandangiku dan kami saling tatap selama beberapa detik. Aku paham arti tatapan itu dan aku balas dengan anggukan pelan.  "Syukurlah. Aku akan pastikan kalau Talin menjaga makannya," ujar Diero.  Kembali si dokter tersenyum. "Enak ya Tari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD