Tapi.. "K'Tana, Nayna, kalian--" "Cukup Talin!" aku mematung seketika saat suara tinggi K'Tana menyambutku. Aku terdiam beku oleh bentakan pria yang sudah lima bulan tak kulihat wajahnya itu. K'Tana membentakku? Tiba-tiba. "Sebenarnya apa yang kau pikirkan?" Aku mengerutkan kening. Kesadaranku kembali. Kuabaikan keterkejutan karena dia tiba-tiba membentakku tadi. "Apa maksudmu?" "Mau sampai kapan kau berpura-pura?" "Berpura-pura? Berpura-pura apa?" aku memandanginya bingung. Pandanganku beralih pada Nayna yang berdiri di belakang K'Tana. Aku tak tahu apa yang sedang Nayna pikirkan karena dia hanya diam saja di sana, tak mengatakan apapun. "Aku," aku jadi bingung ingin mengatakan apa. Aku sendiri tak tahu bagaimana memulainya. Niatku menemui K'Tana adalah menjelaskan situasiny

