PROLOG

232 Words
Apa kalian percaya pada cinta pada pandangan pertama? Sejujurnya aku penganut kepercayaan cinta pada pandangan pertama. Aku adalah tipikal orang yang sangat menganggap penting sebuah first impression. Jika orang itu sudah berikan kesan tak cocok dari awal maka akan sangat sulit untukku bisa menjadi dekat dengan mereka. Tapi bukan berarti aku orang yang sulit beradaptasi. Aku bisa beradaptasi dengan cukup mudah ketika aku harus melakukannya. Tapi untuk masuk kategori orang yang bisa dekat denganku secara mental, aku benar-benar seorang yang pemilih.  Dan dia yang akan aku ceritakan ini sangat jauh sekali dari ekspektasiku. Atau lebih tepatnya aku bahkan tak pernah punya ekspektasi tentang dirinya karena sejak awal mengenalnya pun aku tak punya keinginan untuk dekat dengannya. Dia bukanlah sosok yang menarik perhatianku kala itu. Kuakui dia orang yang tampan. Dia disenangi banyak orang dalam artian benar-benar disenangi. Dia ramah dan dia sangat pintar. Melihatnya dari luar benar-benar seperti melihat gambaran sebuah kesempurnaan. Tapi seperti yang aku katakan, aku penganut sistem cinta pada pandangan pertama. Aku tak menyukai orang karena mereka tampan atau pintar. Sama seperti sebuah film. Aku tidak menonton sebuah film karena orang mengatakan filmnya bagus dan alurnya menarik. Aku menyukai film jika aku menyukainya. Pendapat seseorang tak bisa membuatku bisa menyukai sesuatu jika bukan aku sendiri yang mendapatkan momen suka itu.  Lalu bagaimana bisa dia mendapatkan seluruh perhatianku kini? Apakah dia akan menjadi orang pertama yang menjadi pengecualian dalam hidupku? 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD