Malam sudah semakin larut, tetapi Mas Gavin masih belum pulang, menyisakan aku yang duduk termenung sembari menatap secangkir kopi yang baru lima menit yang lalu aku buat. Niatnya sih ngopi cantik. Niat doang, karena sebenarnya aku lebih suka teh dari pada kopi. Jadi, ngapain aku buat kopi? Iseng nyobain doang, dari pada gabut. Siapa tahu kan bisa cinta sama kopi. Akan tetapi ternyata tetap saja lidah enggak bisa berpaling dari teh. Ibaratnya kalau sudah suka sama seseorang, mau mencoba suka dengan orang lain pun akan terasa sulit. Sulit untuk melupakan dan sulit untuk merelakan. Jawabannya sederhana, tentu saja karena sudah terbiasa. Terbiasa minum teh, disuruh minum kopi mana mungkin suka. Sudah biasa sama doi, disuruh sama yang lain mana mungkin bisa nyaman. Malam ini entah kenapa

