Aku memandangi istriku yang sedang tertidur pulas, sepertinya ia terlihat sangat lelah akhir-akhir ini. Aku melirik jarum pendek yang menunjuk angka delapan yang mana menandakan bahwa sebentar lagi Zelia akan bangun. “Mas...” Ujar Zelia dengan suara agak parau. Aku langsung mengambilkan segelas air putih untuknya, “Diminum dulu Zel.” “Makasih Mas.” “Mas, punggung sama kepala aku kok pada sakit semua ya?” Aku memijat pelan punggung Zelia, “Sabar ya Zel.” “Mas, aku tiba-tiba mau joget soalnya tadi aku mimpi jadi anggota Blackpink.” “Zel, masih pagi, tolong jangan kambuh ya gilanya.” Zelia tertawa mendengar ucapanku, “Serius Mas, mau dengar lagu jedag-jedug terus joget.” Aku pun ikut tertawa mendengar ucapan Zelia. Entah kenapa, Zelia itu selalu saja berhasil membuat aku tamb

