Prangg... Gelas kedua Namira hari ini yang sudah terpecah belah dilantai. Semuanya terkejut dan terheran-heran dengan tingkah aneh bosnya itu. tidak biasanya Namira seperti itu. perempuan yang biasanya ceria dan ramah kini hanya diam seribu bahasa. Bahkan tampak melamun sejak tadi. "Eh maaf." Ujar Namira sembari reflek hendak mengambil pecahan beling tersebut. untung saja Khalif datang dan berhasil menepis tangan Namira tepat waktu. karyawan yang lain juga reflek berteriak melihat kejadian itu. "Namira, istirahat dulu yuk. Kamu terlihat kelelahan." Ujar Khalif lembut lalu merangkul pundak istrinya dan menuntunnya ke ruangan Namira. Sampai di ruangannya, tangis Namira pun pecah. Dia mengusap wajahnya kasar karena merasa frustasi. "Mas, aku udah berusaha lupain tapi tetep aja gak bisa."

