Part 17 -Menebus luka

651 Words

"Dia bukan papamu Kal. Jangan bicara sembarang pada orang lain." ujar Namira dengan nada gugupnya. "Kenapa Namira? Dia anakku dan sudah sepatutnya dia memanggilku papa." ujar Khalif membuat Namira semakin terkejut dibuatnya. Dia tak tahu jika lelaki itu sudah mengetahui faktanya. Dia terus saja mengelak tapi Khalif tak bisa dikalahkan begitu saja. "Anakmu? Percaya diri sekali kamu mengatakan hal itu. dia bukan anakmu. Dan tak ada hubungan sedikitpun denganmu." kilahnya. "Sudahlah Namira. Tidak ada gunanya terus berbohong. Apa kamu tidak kasihan pada Kalandra yang terus mencari keberadaan papanya, padahal papanya masih hidup dan ada di dekatnya? Apa kamu gak kasihan sama dia yang masih membutuhkan kasih sayang kedua orangtuanya." mendengar hal itu Namira hanya bisa terdiam. Dia teringa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD