Sesuai janjinya, Khalif pagi-pagi sekali sudah berada di rumah Namira. Dia sudah siap untuk mengantarkan putranya ke sekolah. Kalandra juga sudah bangun pagi sekali dan bersiap untuk pergi ke sekolah. Semangatnya kembali lagi karena tahu akan diantarkan oleh papanya. Papa yang selama ini dia tunggu-tunggu kedatangannya. Anak itu tak bisa berbohong tentang perasaannya sekarang. dia sangat senang dengan kehadirannya. "Masuklah. Sarapan dulu." Ujar Namira dengan nada yang canggung. Setelah sekian lama meyakinkan diri, akhirnya dia menyerah saja. dia lebih mementingkan perasaan putranya untuk saat ini. lagipula dia juga sudah lelah untuk bermain petak umpet lagi dengan Khalif. "Kamu tinggal berdua disini?" tanya Khalif penasaran. "Ya, kita hanya tinggal berdua tapi kadang-kadang sepupuku

