Bab 14

1111 Words

SINTA Bersantai di depan televisi memang menyenangkan setelah seharian kemarin lelah karena menjadi ratu sehari. Aku masih izin tidak masuk kerja. Sementara Mas Beni memilih langsung bekerja. "Makin hari makin sombong saja mereka!" Aku baru akan mengganti channel saat kudengar makian itu. Aku menoleh dan mendapati ibu melangkah dengan wajah kesal. "Ibu darimana datang marah-marah?" tanyaku dengan pandang mengikuti langkahnya menuju sofa yang aku duduki dan mendaratkan pinggulnya di sampimgku. Tapi tidak terlalu mepet. Ada jarak seperti dua orang dewasa duduk antara aku dan dirinya. "Dari rumah Mbak Rodiah." jawab ibu ketus. "Mereka itu makin ke sini makin sombong." Aku tak langsung menyahut. Memilih diam mengingat kejadian demi kejadian kemarin. yaitu saat kudapati di hari istimewa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD