Bab 29

1026 Words

NURA Aku mendekati Mas Ari yang sedang mencorat-coret kertas. Seperti sedang membuat rancangan pencucian mobil. Tapi entahlah. "Mas." Mas Ari menoleh. "Ya." "Aku mau bicara." "Boleh." "Mas Ari tau tidak keadaan toko selama beberapa hari ini?" Kening Mas Ari mengerut sedikit. "Memangnya kenapa dengan toko?" Sudah beberapa hari ini dia sibuk dengan tempat pencucian mobil yang sedang dibangunnya. Sangking sibuknya selalu pulang malam. Jadi, tidak tahu keadaan toko seperti apa. Aku sendiri memilih untuk tidak bercerita. Aku mengambil duduk di sebelah Mas Ari sebelum akhirnya menceritakan apa yang terjadi. "Astaghfirullah. Kenapa kamu baru cerita? Ini jatuhnya sudah fitnah lho." "Karena aku perhatikan mas sedang sangat sibuk. Takut menambah beban pikiran mas. Jadi aku tahan tidak cer

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD