Bab 27

1271 Words

Melihat presiden direktur membuka pagar padahal selama ini tidak pernah melakukannya, dua security yang tadi menghinaku semakin pucat pasi. Saat ini perasaan mereka pasti tidak karuan. Antara bingung, takut, malu, dan menyesal bercampur aduk menjadi satu. “Silahkan masuk, pak.” Pak Surya mempersilahkan aku masuk dengan begitu sopan. Meskipun seorang presiden direktur di sini, tapi pria ini mempunyai sifat baik. Mengakui kesalahan yang dilakukan karyawannya dengan membuka pintu pagar dengan tangannya sendiri. Aku mengangguk. “Iya, pak.” Lalu menuntun sepeda motorku melewati pintu pagar. Sengaja kutuntun saja karena tidak sopan menyalakannya di hadapan seorang presiden direktur. Walaupun di perusahaanku aku adalah pemegang jabatan tertinggi (karena pemilik perusahaan), adab kesopanan tetap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD