Kinanti mendorong tubuh Kenan agar menjauh darinya. Wanita itu kesal dengan sikap Kenan yang terkadang tidak jelas dan buat jengkel. Melakukan hal sepele hanya untuk bisa bersama Kinanti. "Jaga sikapmu. Ini kantor, bagaimana kalau ada yang datang?" ucap Kinanti mengingatkan. "Mereka tidak akan berani masuk tanpa seizinku. Jadi, aman saja," jelas pemuda itu menatap istrinya intens. "Wajahmu tampak memerah dan tegang. Apa kau grogi berhadapan denganku?" goda Kenan kembali tanpa melepaskan tatapannya pada Kinanti. "Jangan menggodaku. Aku gerah, ruangan ini panas," alasan Kinanti membuat Kenan semakin gemas menggodanya. "Sayang, ruangan ini ada pendinginnya. Tempat ini begitu sejuk. Apa kau kepanasan karena tatapanku? Bagaimana kalau aku menyentuh-mu?" goda Kenan kembali sambil tangannya

