Usai menjenguk Baby kian, Hendrik segera pamit undur diri sebelum Kenan datang untuk menghindari percekcokan di antara mereka. Kenan pun kembali beberapa saat setelah Hendrik pergi. Kinanti tertunduk sambil memeluk tubuhnya. Ada kesedihan mendalam di sana. Kenan menghela napas melihat istrinya seperti itu, lalu mendekat ke arahnya. Melepaskan jasnya dan menyelimuti tubuh Kinanti dari belakang sambil duduk di sampingnya. Wanita itu mendongak dan mendapati sang suami sudah berada di sebelah wanita itu sambil merangkul tubuhnya. "Ma--Mas Kenan, kapan kau datang?" tanya Kinanti dengan sedikit terkejut dan gugup. "Apa yang sedang kau pikirkan? Hei! Kau menangis?" tanya Kenan sambil mengerutkan sedikit alisnya menatap ke arah Kinanti. "A--aku ...." "Kau kenapa, Sayang?" tanya Kenan khawati

