Bab 23

1077 Words

Ketika Jill membuka mata, wajahnya terasa lengket oleh lelehan air mata. Semalaman, dia menangis. Tidak, bukan hanya semalaman. Malam-malam sebelumnya dia juga menangis. Dia sendiri juga tak tahu, kenapa dirinya terus menerus menangis. Yang dia tahu, hatinya kecewa. Terluka. Seakan-akan perasaannya tercabik-cabik lalu dihempaskan begitu saja. Pria itu adalah ayahnya.  Lelaki itu, anak angkat dari ayahnya, menginginkan dirinya hingga melakukan hal-hal di luar kendali akal sehat. Lelaki itu, adalah seorang pembohong besar. Memanfaatkan dirinya. Meruntuhkan kepercayaannya. Pencuri… Jill menyeka sisa-sisa air mata di pipinya dengan punggung tangan. Dia turun dari ranjang, kakinya menyentuh lantai yang dingin, tapi dia tak peduli. Semalam, Jill memaksa pulang kembali ke apartemennya. Dia me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD