fayna kini sudah ada di rumah sakit tempat dia bekerja, hari ini dia masuk shif siang sehingga dia bareng bersama reyhan , karna reyhan pasti akan masuk shif pagi sampai sore. kini masih ada waktu makan siang , dia menghampiri reyhan di ruangannya.
tok tok tok
"masuk " titah reyhan.
ceklek
"siang dokter reyhan " sapa fayna yang menghampiri reyhan yang masih fokus sama dokumen dan laptopnya.
"siang juga fay " jawabnya singkat tanpa menoleh ke fay.
"kayaknya sibuk banget ya dok?" tanyanya lagi.
" seperti kamu liat fay, hari ini aku harus melaporkan ke dinkes." jawabnya lagi
" dok sudah makan kah ?" tanya fayna yang menatap wajah tampan dokter reyhan
" belum fay , gak sempet ." jawabnya yang masih setia melihat arah laptopnya.
" loh kok gitu sih dokter, kalau dokter sakit gimana ?? ya udah gini aja biar fay belikan di kantin rumah sakit ini ya , biar dokter makan di ruangan aja , gimana??" kata fayna yang khawatir dengan kondisi reyhan
" kalau gak repot sih, gapapa deh belikan ya ." jawabnya santai
" baiklah, kalau gitu aku ke kantin dulu ya dok , gak lama kok" kata fanya yang di anggukin kepalanya oleh reyhan , lalu fayna pun bergegas berdiri dan berlalu menuju kantin .
setelah beberapa menit kemudian fayna kembali ke ruang dokter reyhan.
tok tok tok
" masuk" titah reyhan
ceklek
" ini dok aku sudah belikan makanan siang untukmu" dia pun meletakkan kotak makan itu di meja deket sofa ." yuk dok makan dulu" kata fayna.
" iya bentar, " katanya dan dia pun menutup laptopnya dan menuju ke arah dimana fayna berada
setelah beberapa menit kemudian reyhan dan fayna pun selesai dengan makan siangnya.
" makasih ya fay udah belikan saya makan siang, ini uang " menyodorkan uang 50rb " kalau ada kembaliannya ambil aja " kata reyhan
" gak usah dok , hari ini aku traktir " kata fayna dengan senyuman
" oke deh ,sekali kali aku terima traktiranmu ,hehehe" canda reyhan
" hahaha sippp pak dokter." jawabnya dengan mengancungkan jempol
" ya udah sana ,bertugas dulu nanti ketahuan kamu berlama disini berabe ntar fay. lagian aku juga mau lanjutin buat laporan yang belum selesai tadi ." kata reyhan yang langsung berdiri menuju meja kerja dan duduk di kursi kebesarannya .
" ya udah kalau gitu pak dokter, saya kembali ke ruangan saya dulu ya takut ada pasien lagi " pamit fayna yang berdiri dan menatap sekilas ke arah reyhan.
" ok , selamat bekerja . " kata reyhan yang tidak memandang fayna sama sekali malah pandangannya tertuju sama laptop dan pekerjaannya yang menumpuk.
fayna pun langsung pergi menuju keruangannya.
kini fay sudah ada di dalam ruangan nya sebagai dokter umum sekaligus dokter bedah .
" sus , apa pasien siang ini banyak " tanya fayna yang sekarang bersama suster sekaligus kepercayaan fayna
" belum ada data yang masuk dok, mungkin sebentar lagi data itu masuk ." jawab suster tersebut. yang langsung di anggukin oleh fayna.
tok tok tok
" masuk" titah suster yang berada di ruangan fayna.
" permisi dokter fayna dan suster lani , ini saya menyerahkan data pasien untuk siang ini " ob yang selalu bertugas menyerahkan data tersebut menyerahkan datanya kepada suster lani
" makasih pak " ucap suster lani dan di anggukin oleh ob dengan tersenyum juga
" ini dokter semua data pasien yang datang siang hari ini" kata suster dan menyerahkan datanya kepada fayna yang kini duduk bersandar di kursi kebanggaannya .
kini fayna melihat data data tersebut," lumayan banyak hari ini pasien" gumamnya lirih dan mampu membuat suster lani menatapnya dan mengiyakannya juga.
" sus , kamu kedepan ya , tunggu 5 menit baru kamu panggil nama pasien sesuai uratan pertamanya" kata fayna dan berlalu ambil jas putih yang semua tau bahwa itu jas yang menyatakan dia seoarang dokter dan disana juga terlihat nama di samping kiri dadanya .
" sus saya sudah siap.sekarang kamu panggil pasien nya " perinta dokter fayna yang di anggukan oleh suster itu dan keluar untuk memanggil pasien pertama.
" nyonya romlah " panggil suster lani dengan nada tinggi biar.pasien bisa.mendengar nama yang akan dipanggil untuk masuk keruangan dokter.
"iya suter" jawab wanita paruh baya yang berdiri dengan satu tongkat dan menghampiri suster yang tadi di panggilnya.
suster yang sudah melihat paru baya itu langsung menggeser tubuhnya agak kesamping agar wanita paru baya itu masuk duluan .
" silahkan nyonya masuk" titah suster itu dengan ramah
wanita baya itu pun langsung masuk keruangan itu.
fayna yang sudah melihat arah pintu itu pun langsung tersenyum ramah.
"silahkan duduk nyonya " titah fayna dengan ramah " ada yang bisa saya bantu nyonya ?" tanya fayna dengan senyuman dan ramahnya.
" dokter saya sudah dua hari ini diare terus menerus dan badan saya juga agak demam dan pusing dokter "keluh pasien paru baya tersebut
" sekali biasanya berapa kali nyonya buang air besarnya?." tanya fayna ramah dan dengan serius.
" kemarin saya 8kali bolak balik dari kamar mandi dokter, tadi sampai siang ini 5 kali dokter ." seru paru baya tersebut.
" apa nyonya sudah minum obat sebelumnya ?." tanya fayna lagi.
"sudah dok, saya minum obat diapet tapi sampai sekarang belum mempan obatnya." katanya lagi
" baiklah silahkan baringan dulu nyonya , saya akan periksa anda," titah fayna . " sus tolong bantu nyonya ini untuk berbaring di atas ranjang tersebut."titahnya kepada suster
" baik dokter" lalu menuntun pasien paruh baya tersebut " mari nyonya saya bantu untuk berbaring " ucap suster ramah sambil membantu paruh baya tersebut
"terima kasih ya suster.!" ucap paruh baya
setelah dokter fayna menyuruh pasien tersebut untuk berbaring. dia mempersiapkan sapu tangan khusus dokter dan juga membawa stetoskop.
" maaf ya nyonya saya periksa detak jantung nyonya " dokter fayna pun fokus dengan pendengaran detak jantung pasien setalah usai kini dia mentensi pasien yang alatnya juga sudah siap di nakas ." nyonya saya mau tensi sebentar ya " ijin dokter fayna . setelah pengecekan sudah kini dokter fayna memeriksa perut pasien itu dengan memukul pelan dan lembut .
" nyonya apakah ini sakit ?."tanya dokter fayna yang sekarang sudah agak menekan lembut di perut pasien
" iya dokter sakit !!." jawabnya.
"oke baiklah saya sudah selesai meriksanya nyonya , saya akan beri tau tentang sakit anda , mari saya tunggu di meja kerja saya nyonya " kata dokter fayna yang sekarang menuju ke wastafel untuk melepas sarung tangannya dan mencuci tangannya hingga bersih.
pasien tersebut sudah duduk dan berdiri menuju meja kerja dokter fayna dan langsung berhadapan dengan dokter fayna yang lebih dulu sampai .
" baiklah nyonya saya jelaskan , bahwa nyonya sekarang kena maag akut ringan di sebabkan karena nyonya makan yang tidak teratur , dan penyebab nyonya diare itu karena nyonya juga makan terlalu pedas dan asam." jelas dokter fayna. sambil menulis resep obat untuk pasien
"ini saya kasih resep ya nyonya , bisa langsung di tebus di apotik nyonya" kata dokter fayna dan menyodorkan kertas resep obat tersebut kepada wanita paruh baya tersebut .
wanita paruh baya tersebut mengambil kertas resep dokter itu.
" kalau gitu saya permisi dulu dokter, terima kasih " ucap wanita paruh baya tersebut dengan ramah dan senyumannya.
kini wanita paruh baya sudah pergi dari ruangan dokter.
" sus selanjutnya ." titah dokter fayna dan langsung di anggukkin oleh suster tersebut ,kini suster itu mengambil data selanjutnya yang akan masuk .