Chapter 24: Yang Patah

2546 Words

Hari ini jam kerja Karam akan berakhir pukul enam sore, itu berarti masih ada tiga puluh menit sampai ia diizinkan untuk pulang. Ia memilih untuk berada di belakang meja pesanan sambil membuat pesanan pelanggan. Percakapannya dengan Pian seolah menyadarkan Karam bahwa ia tidak lagi menyandang status sendiri. Sekarang Karam punya pacar, punya kekasih, punya cowok. Namanya Pian Mauza. Pikiran Karam mendadak berkelana pada lelaki yang baru saja ia temui, Badai. Entah kenapa Karam menjadi kalut, sebagian kecil hatinya tidak ingin Badai tahu mengenai status hubungan barunya dengan Pian. Jahat memang, tapi Karam hanya tidak ingin kenyamanan dengan Badai terganti dengan kecanggungan karena perubahan status Karam telah menjadi milik Pian. Tunggu dulu, bukankah pemikiran ini jelas salah? Karam ti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD