Chapter 25: Kita

2828 Words

[Bersamamu aku menyadari bahwa sendiri tidak lagi seasik dulu.] Karam keluar dari ruang staf setelah memberikan tatapan cemas untuk terakhir kalinya. Ia memasang senyum kepada beberapa pegawai, lalu pandangannya jatuh pada hal baru yang terletak di sudut café. Tepat di sebelah meja yang menjadi tempat ia menghabiskan waktu di café ini. Di sana, terdapat aquarium cukup besar yang berisi ikan-ikan kecil penuh warna. Tumbuhan laut dan beberapa karang tak luput memperindah aquarium itu. Karam melangkahkan kaki mendekat, tertegun dengan apa yang ia lihat. Ini adalah aquarium yang ia lihat di pusat perbelanjaan beberapa hari yang lalu. Karam masih ingat betul dengan dekorasinya, juga dengan dua kuda laut yang menari bersama ikan lain. Karam tidak menyangka jika Badai akan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD