Chapter 26: Lebih Dekat

1986 Words

Karam dan Pian terjebak dalam keheningan. Perempuan itu tidak menduga bahwa membiarkan Pian masuk ke dalam rumah pada malam hari akan menghasilkan kecanggungan yang luar biasa. Mereka memakan martabak tanpa suara, sama-sama menyadari situasi yang ada. Pintu rumah dibiarkan terbuka untuk menghindari kecurigaan. Mereka duduk di ruang tamu tanpa sebuah pembahasan. Dalam situasi normal, mungkin ketika mereka belum pacaran atau hari belum berganti malam. Dua manusia itu tidak akan kehilangan kata dan berteman dengan kecanggungan. "Ehem," Pian berdehem sedangkan Karam hanya meliriknya sambil mencoba fokus pada martabak asin di depannya. "Tadi pulang jam berapa?" tanya Pian sambil berdiri dari duduknya. Ia berjalan memutari sofa dan berdiri di belakang Karam yang duduk manis sambil m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD