Chapter 16: Zona

1665 Words

*** Di balik senja yang meredup, kulihat senyum sebelum malam Di antara lilin yang temaram, kulihat kamu yang bersinar Karam tidak pernah tenggelam, kamu hanya memulai dari dasar Kamu lahir dengan keberuntungan Aku beruntung melihatmu di semesta yang sama Malaikat bahagia atas tangis pertamamu Aku bahagia melihat senyummu Sepasang sayap kulihat di punggungmu Aku memejamkan mata, dan kamu masih ada *** Tentang Karam Anantavirya, Badai tidak bisa menemukan kosakata yang benar-benar sesuai dengan perempuan itu. Seolah segala hal tentang Karam adalah hal abstrak yang ingin ia ketahui dengan lebih pasti. Sampai detik ketika ia bangun di pagi hari dan mendapati wajah yang mengganggu benaknya semalamam. Badai masih tidak menemukan alasan tentang perilakunya beberapa pekan ini. Ia hampi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD