Badai menatap Karam yang duduk dengan tangan memegangi perut. Ia baru saja kembali dari membeli botol dingin untuk menusia katrok ini. "Cupu," komentar Badai melihat wajah pucat Karam. "Kalau kaya nanti, gue bakal beli mobil atap terbuka," gumam Karam dengan wajah serius. Ia baru saja muntah-muntah. Tidak bisa naik mobil mahal, katanya. AC-nya ituloh, bikin mual. Meskipun Badai sudah mengalah dengan mematikan AC dan membiarkan Karam membuka jedela lebar-lebar, tetap saja waktu turun Karam langsung mengeluarkan pelangi dari mulutnya. "Orang kaya nggak bakal muntah cuma karena naik mobil." "Gue kan bukan orang kaya. Gausah sok nyindir, lo ngomong normal aja udah berasa nyindir kok." Karam menarik napas dalam untuk menghilangkan mualnya. Sumpah, perutnya berasa diubek-ubek, Badai memang p

